Banyaknya kekacauan di negeri ini, perbedaan bukan dicari titik temu dan hikmahnya malah dijadikan bahan pertentangan dan pertengkaran, ketidak adilan dan lain-lain. tapi negeri ini tetap Indonesia dan di dalam dada ini tetap berwarna Merah Putih. Tidak bisa aku menghujat Negeri ini. Sampean juga, jangan lakukan itu, karna warna dada kita sama, Merah Putih.
Dalam desa dimanapun kita tinggal ada ruang untuk mengabdi ke publik, ada LPMK, BKM, Gardu Taskin, PKK, Karang Taruna, Koperasi, Paguyuban, RW, RT sudahkah kita disana?? Sudahkah ruang publik di desa kita berjalan dengan baik, mempunyai sistem yang adil, berpihak pada yang lemah dan bersahabat dengan lingkungan?? Baik bila kita perhatikan masalah-masalah nasional, sukur-sukur kita dapat mengambil bagian sebagai solusi di dalamnya. Tapi Desa adalah lingkup terdekat kita, mari kita buktikan, ditengah kesibukan kita masing-masing, kita bisa ikut menata Desa, tidak hanya berkomentar.
Kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan pantang menyerah, sampai terwujud desa kita yang “Tata, Titi & Tentrem”, dan terus kita pertahankan.
Andai Desaku “Tata, Titi & Tentrem”, desa Sampean juga “Tata, Titi & Tentrem”. Indonesia pun akan “Tata, Titi & Tentrem” … Desaku Negaraku …
Untuk Para Pahlawan yang gigih mendirikan Negeri ini …..
Ditulis oleh: Raden Djoni Sudjatmoko
Diedit oleh: Raden Hastomo Dirdjowidjojo







Itu cita-cita bersama kita bukan?
Lagi ngeraki apa Pak, sekarang?
. iya paman Tyo . saya dan teman teman lagi coba berbuat . dari yang dekat dekat dulu . yang terjangkau tangan dan dana . kalau ngomong terlalu jauh ke presiden ke dpr susah sampainya .
. sekarang lagi ngerakit mp50di, karya pak Didik mBintaro . kalau ada waktu nanti saya undang kumpul kumpul geng audio di mBintaro . biar ketularan para pesakitan telinga
) .