Gadis Belia Peduli Budaya Indonesia

“jangan deh jean, jangan paksa aku jadi pacarmu, sumpah aku udah punya anak 2, kembar lagi.”

he he he .. canda deh jean [*set mode kidding on*]

Aku browse dan nemu fs ini dari fs keponakanku. Jean, yang nama lengkapnya Jeannete Hany Harahap, memang cantik, sexy abis kalo pegang gitar (beneran kamu bisa main gitar jean?).

Cuman yang menarik perhatianku bukan itu, hanya sepotong kata:

… pertahankan y budaya Indonesia” …

Dari gadis sebelia ini sudah mulai peduli dengan nasionalisme negara ini, diantara petinggi-petinggi yang sudah mulai tidak peduli dengan apapun keadaan bangsa ini. Dan seterusnya … dan seterusnya …

Oke deh jean, aku cuman mo ijin mo nempelin fs-mu ini di blog-ku: gustomo.wordpress.com

Trima kasih dah approve add request dariku

Salam hangat & selamat berkarya;
gustOmO

Tahu Telur Saus Petis

Bahan :
[-] 300 gr tahu cina/tahu sutra
[-] 5 butir telur bebek/ayam
[-] ½ sdt garam
[-] ½ sdt merica bubuk
[-] minyak untuk menggoreng

Saus :
[-] 2 siung bawang putih
[-] 3 buah cabai rawit
[-] 1 buah cabai merah
[-] 1 sdm kacang tanah
[-] 3 sdm petis udang
[-] 1 sdm kecap manis
[-] 125 ml air masak

Pelengkap :
[-] 150 gr taoge, buang akarnya, seduh air mendidih, tiriskan
[-] 100 gr mentimun, potong kecil
[-] 2 batang seledri, cincang halus
[-] 2 sdm bawang goreng
[-] 2 sdm kacang tanah goreng

Cara Membuat:
[-] Potong tahu bentuk dadu 1 cm, goreng dalam minyak panas sebentar, angkat dan tiriskan, sisihkan. Jaga jangan sampai kulit tahu berkulit.
[-] Kocok telur, garam dan merica bubuk, lalu masukkan tahu goreng, aduk rata. Lalu bagi adonan menjadi 4 bagian.
[-] Siapkan cetakan bundar (ring) bergaris tengah 8 – 10 cm, tinggi 4 cm. Panaskan minyak yang banyak dalam wajan, celupkan cetakan ke dalamnya. Setelah panas masukkan 1 bagian adonan ke dalamnya. Siram-siram atasnya dengan minyak panas hingga telur mengeras.
[-] Lepaskan tahu telur dari cetakannya dan teruskan menggoreng hingga seluruh bagian matang, angkat dan tiriskan. Lakukan hal yang sama untuk sisa adonan.
[-] Saus : goreng bawang putih dan cabai hingga matang, angkat dan haluskan bersama kacang tanah goreng. Masukkan petis dan kecap manis, aduk dengan air masak hingga rata.
[-] Penyajian : taruh tahu telur di atas piring saji, taruh timun, taoge dan seledri diatasnya, siram dengan saus, taburi bawang goreng dan kacang tanah goreng, hidangkan.

sumber: resep.dekap.com

Brownies

Bahan:
[-] 175 gram dark cooking chocolate, dipotong-potong
[-] 100 gram margarin
[-] 3 butir telur
[-] 250 gram gula pasir
[-] 1/4 sendok teh garam
[-] 200 gram tepung terigu
[-] 20 gram cokelat bubuk
[-] 1/4 sendok teh baking powder

Cara Mengolah :
[-] Tim dark cooking chocolate dan margarin, sisihkan.
[-] Kocok telur dan gula hingga kental.
[-] Masukkan tepung terigu, cokelat, dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata.
[-] Tuang adonan ke dalam loyang brownies 11 x 22 cm yang dioles margarin dan dialas kertas roti.
[-] Oven selama 1 jam dengan suhu 160 derajat Celsius.

Sumber: Majalah Sedap Sekejap

Tube Pre-Amp 6n1p SRPP

Bahan utama:
[-] 2 biji tabung 6n1p
[-] 2 biji socket 9 pin
[-] 2 biji resistor 1m, 1/2w
[-] 2 biji resistor 240 ohm, 1/2w, vishay-dale
[-] 4 biji resistor 620 ohm, 2w, allen-bradley
[-] 2 biji resistor 43k, 1/2w
[-] 2 biji capacitor 0.47u/600v, paper in oil (pio)
[-] 1 biji potensiometer stereo 50k, TDK
[-] kabel secukupnya
[-] timah secukupnya

Bahan power supply tegangan tinggi:
[-] 1 biji tabung rectifier ez81
[-] 1 biji socket 9 pin
[-] 4 biji elco 50u/500v
[-] 3 biji resistor 6k2, 2w
[-] 1 biji trafo 2x275v, 1x6v3, 2x6v3

Bahan power supply filament:
[-] 1 biji ic lm317t
[-] 1 biji resistor 2k2, 1/2w
[-] 1 biji resistor 240 ohm, 1/2w
[-] 1 biji resistor 150k, 1/2w
[-] 2 biji resistor 4,3 ohm, 2w
[-] 2 biji resistor 100 ohm, 1w
[-] 1 biji resistor 22k, 1/2w
[-] 2 biji resistor 180k, 1/2w
[-] 1 biji trimpot 1k, multi-turn
[-] 2 biji elco 3300u/35v
[-] 1 biji elco 4.7u/16v
[-] 2 biji capacitor 100n/100v
[-] 1 biji transistor bc560
[-] 2 biji diode 1n4004
[-] 1 biji diode bridge 5a

Bahan delay switch & mute
[-] 1 biji ic NE555
[-] 2 biji transistor 2sa1015
[-] 2 biji resistor 1m, 1/4w
[-] 1 biji resistor 240 ohm, 1/2w
[-] 1 biji resistor 470k, 1/4w
[-] 1 biji resistor 100k, 1/4w
[-] 1 biji resistor 1 ohm, 1/2w
[-] 1 biji elco 33u/16v
[-] 1 biji capacitor 100n
[-] 1 biji elco 100u/16v
[-] 1 biji diode 1n4148
[-] 2 biji diode 1n4004
[-] 1 biji relay dpdt
[-] 1 biji relay tegangan tinggi

Deskripsi:

Filament Power Supply

3 macam pilihan power supply untuk filament:
1. Constant Voltage, power supply biasa, dengan tegangan tetap, dan di hubungkan langsung ke filament.
2. Constant Current, power supply dengan arus tetap, tetapi dengan tegangan bervariasi.
3. Separuh-Nafas, power supply dengan tegangan 2 kali tegangan yang dibutuhkan filament, diseri dengan resistor yang besarnya sama/mendekati nilai resistansi filament.

Berdasar pengalaman beberapa ahli, pilihan ke 3 mempunyai hasil paling baik. Dan penerapan paling praktis adalah menggunakan power supply terregulasi. Dengan menggunakan regulator yang umum dipakai, yaitu LM317T, dengan tegangan keluaran yang bisa diatur. Pada rangkaian regulator ditambahkan rangkaian untuk soft-start, yaitu tegangan output akan naik perlahan sampai ke titik stabil. Output regulator terhubung ke filament secara tidak langsung, yaitu melalui 2 buah resistor dan 1 kapasitor, selain agar didapatkan tegangan dc yang halus, bebas ripple dan hum, diharapkan bisa mengurangi interaksi antara regulator dengan filament.

B+ Power Supply

Untuk power supply tegangan tinggi dipilih penyearah yang menggunakan tabung rectifier agar dihasilkan suara yang warm. Kemudian dari rectifier dihubungkan dengan penghalus berupa pi filter C-R-C. Dari pi filter, supply terhubung dengan rangkaian pre-amp melalui splitter, dengan demikian akan didapatkan cross-talk yang rendah.

Tegangan B+ tersambung ke rangkaian setelah 20 detik; setelah pemanasan filament sudah mencapai titik stabil. Rangkaian delay menggunakan IC NE555 dan relay yang mampu bekerja pada tegangan tinggi.

Pre-amp

Disini dipilih tabung 6n1p dari Svetlana. Saya cenderung memilih tabung yang masih diproduksi, sehingga nantinya akan mudah untuk mendapatkan penggantinya bila tabung yang digunakan tiba-tiba ngadat/rusak/ngambek/njegot/mutung.

Topology yang dipilih adalah SRPP, hal ini karena rangkaiannya sederhana, mudah penerapannya, dan unggul dalam PSRR (power supply rejection ratio). Hanya 1 kekurangan dari topology SRPP, yaitu impedansi outputnya agak tinggi.

Rangkaian sangat sederhana, jadi tidak perlu perhatian khusus atas cara kerjanya. Yang paling penting diperhatikan adalah kehati-hatian saat merakitnya, karena akan ada tegangan sangat tinggi, di kisaran 400v. Dengan tegangan kerja setinggi itu, kalau tersentuh tubuh saat rangkaian bekerja, ——- wahhh rambut bisa njegrik, kayak brekele.

Berikutnya yang perlu mendapat perhatian khusus adalah pemilihan komponen. Untuk resistor disarankan menggunakan merk riken, minimum kalau kepepet boleh pake merk allen-bradley atau kiwame atau vishay-dale. Untuk elco disarankan menggunakan merk rubycon seri black-gate, kalaupun kepepet juga, bisa minimal menggunakan merk elna-cerrafine.

Yang paling menentukan suara adalah capacitor kopling. Saya menggunakan capacitor pio (paper in oil), buatan rusia versi militer. Bentuknya serem, silinder besar warna ijo, yang gak tahu dipikir granat. Tabung 6n1p juga buatan rusia, sedang ez81 buatan phillips.

Di output terdapat satu relay yang berhubungan dengan rangkaian delay di B+. Setelah semua tegangan mencapai titik stabil, beberapa detik kemudian, baru rangkaian mute melepas genggamannya atas suara di output. Dan … jrenggggggg !!! …

Uji dengar

Untuk uji dengar kali ini, digunakan 2 amplifier bergantian, satu AXL milik teman, satu lagi MF-A1 punya saya dari proyek sebelumnya. Loudspeaker yang digunakan buatan sendiri juga dari proyek yang lalu. Susunan peralatan:

–[Nakamichi CD-4]—[DVD Pioneer DV393]—[pre-amp ini]—[MF-A1/AXL]—[loudspeaker]–

3 CD dipilih sebagai referensi, Zhao Peng, Susan Wong dan Jheena Lodwick. Mereka ini terkenal memiliki vocal yang tidak semua peralatan bisa mereproduksinya dengan baik. Referensi keempat adalah DVD “Finding Nemo”.

Dari uji dengar dapat diambil kesimpulan, bahwa dengan penambahan pre-amp tabung ini, reproduksi suara jadi lebih warm, staging lebih bagus, detil suara yang tadinya tenggelam jadi muncul.

Mangkanya saat memutar referensi keempat, Finding Nemo, saya memakai kacamata selam, takut air laut masuk mata, perihhh …

— salam — gustOmO —

source: elektuur 9/97, http://www.john-a-harper.com, http://www.glass-ware.com, http://www.headwize.com
software: TubeCAD