Luxman L-210 Story — Ritual II — Data Collect

Melanjutkan acara persiapan mengisi liburan lebaran, maka perlu melakukan ritual kedua; yaitu mencari data skema Luxman L-210 untuk mengenali lebih dekat.

Dengan bantuan Simbah Google, manual dan skema tidak sulit ditemukan [internet memang menyenangkan].

Manual jadi satu group dengan L-190, L-200, L-210, L-220 dan L-230. Spesifikasi cukup mengagumkan:

  • Frequency Response: 10Hz ~ 100kHz (+0dB, -1.5dB)
  • S/N: phono MM 90dB, line 107 dB
  • Sensitivity: phono MM 1.8mV, line 160mV
  • Impedance: phono MM 50k, line 40k
  • Tone Control: treble ±8dB (10kHz), bass ±8dB (100Hz)
  • Loudness: ±8dB (100Hz, volume -30dB)
  • Filter: high 7kHz (-6dB/oct), low 70Hz (-6dB/oct)

Bedanya:

  • Power: 2x30w (L-190), 2x40w (L-200), 2x45w (L-210), 2x50w (L-220), 2x63w (L-230)
  • Phono MC input (L-230)
  • Speaker Selector (L-210, L-220, L-230)

___ dan skemanya ____ woww, circuit L-210 begitu indah,

  • Phono Stage; standar dan sederhana, terdiri dari satu chip sebagai komponen aktif ditambah seonggok komponen pasif yang disusun seperti phono stage kebanyakan. Yang istimewa bagiku adalah chip yang digunakan; NJM2043DD, baru sekali ini aku ketemu bertatap muka secara langsung. [sulit dibedakan, chip ini memang istimewa atau aku yang kuper gak pernah ketemu dia].
  • Line Stage; lebih sederhana lagi, terdiri dari beberapa switch, filter pasif dan potentiometer volume & balance control. Dan benar-benar pasif, tanpa komponen aktif; bila semua filter off, maka sinyal suara akan langsung terhubung ke potentiometer dan langsung ke input Power Amplifier.
  • Tone Control; unik, tidak disusun di dalam signal path, tetapi dia tersusun di area feedback power amplifier.
  • Power Amplifier; mengandung susunan komponen yang dipercaya meningkatkan mutu pengolahan suara:
    1. Common Emiter Dual BJT; 2 transistor dalam satu pack, jadi kakinya ada lima. Dengan menggunakan transistor jenis ini, diharapkan penguatan arus akan sama persis antara transistor bagian inverting dan non-inverting.
    2. Current Mirror; dipasang di area differential amplifier, diharapkan lebih meningkatkan keseimbangan aliran arus di antara 2 transistor differential.
    3. Cascode; dipasang untuk memisahkan VAS agar tidak terhubung langsung dengan penguat arus; dan susunan ini dipercaya bisa meningkatkan penguatan pada frequency tinggi.
    4. Constant Current Source; kalau diterjemahkan artinya Sumber Arus Konstan. Fungsinya? ____ lupa ____ tak carinya dulu, nti nek ketemu lu tak kasi tau ____.
    5. Duo-Beta Circuit; khas nya si Luxman, susunan feedback yang terdiri dari 2 jalur terpisah dengan gain berbeda, untuk meningkatkan kestabilan di freq rendah.


Kalau dalam dunia network, bisa dikatakan amplifier Luxman L-210 ini menggunakan topology OSPF [Open Shortest Path First, ____ maksa ____], jadi bila semua filter off, loudness off, tone control off (defeat), maka akan tersusun: source [cd] – volume/balance – power amplifier – loudspeaker.

Luxman L-210 memang unik; seperti pada umumnya amplifier di era 80-an.

Source: Electronics Service Info — http://www.eserviceinfo.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s