Tube Power Amplifier EL84 Single Ended

Tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, hanya membangunnya dan ini adalah proyek power amplifier tabung pertamaku. Berawal dari ingatanku akan cerita almarhum papi, ‘kombinasi ecc83 dan el84 sangat bagus’. Maklum, papiku adalah ahli radio tabung jaman kolonialisme belanda, jadi hampir semua koleksi tabung nya adalah buatan belanda ecc-xx dan el-xx; Philips / Mullard.

Kemudian dengan tidak sengaja mendapatkan satu set trafo, 2 output trafo dan 1 power trafo merk Philips (comotan Philips el3536) dari seorang teman, Uma Yusoof a.k.a Jon Luu. Dan juga tidak sengaja mendapatkan satu set tabung, 1 ecc83 dan 2 el84 mullard dari teman lainnya, Bambang a.k.a masBangBang. Maka lengkaplah sudah bahan bahan bangunan nya. Tinggal mencari skema yang tepat dan berburu komponen sisanya.

Hasil perburuan skema menemukan rangkaian yang menarik, single ended el84:

Sebuah ecc83 sebagai penguat depan, di susul dua biji el84 sebagai penguat akhir yang bekerja di kelas a. Rangkaian yang sangat sederhana. Karena rangkaian sangat sederhana dan komponen sedikit sekali, jadi gak perlu mbuwat pcb, cukup point-to-point (*emang wi-fi aja ada point-to-point, xixixi <—- cekikik ala abege*), ____________________ sebuah tantangan yang menarik.

Yang sedikit berbeda dari skema aslinya adalah pada bagian power supply, di mana punya ku menggunakan solid state dioda, bukan tabung. Penyearah tegangan-tinggi (HT) catu daya adalah menggunakan UF4007 “dioda silikon ultra-cepat” murah meriah. Karena tidak menggunakan choke, beberapa kapasitor dengan kapasitas besar dengan susunan RC filter digunakan untuk membuat power supply bebas ripple. Untuk supply filament aku gunakan arus bolak balik (AC).

Note: Proyek amplifier tabung menggunakan tegangan tinggi dan kontak dengan tegangan tinggi dapat menyebabkan cedera serius atau kematian. Jika Anda tidak berpengalaman bekerja dengan sirkuit tegangan tinggi, ini bukan proyek bagi Anda.

Bagaimana dengan chassis?? Lumayan pusing juga mikirin model chassis nya. Dan lagi lagi tidak sengaja, saat berburu ke tanjung sengkuang, kerajaan loakan di Batam, mata pun tertuju pada sebuah Router Cisco 2500 series, dan tawar menawar ulet pun terjadi lah, dan ……………………. si Cisco bisa aku bawa pulang dengan mas kawin 40 ribu rupiah saja. Dan segeralah aku pulang, sampe rumahpun langkah pertama adalah mencoba menyalakan Cisco, eh nyala, eh bisa di telnet …… 🙂 .

Berikut adalah beberapa foto dari konstruksi chassis.






Trus? Ya merancang tata letak komponen di chassis. Board bawaan Cisco di buang, sisa psu dan fan. Bor sana sini. Pasang socket, solder lid, trafo. Kemudian solder komponen sesuai skema. Dan maka terbentuk lah sebuah power amplifier. Tancepin power, turn-on, eits nyalaa, eits bunyii.

Nama

Untuk melengkapi kebahagiaan kelahiran si el84 (*emang bayi*), si el84 pun di beri nama, ‘ELBASE’, atau EL 84 SE (*el84 single ended*). Kalau dalam bahasa Spanyol, ELBASE artinya dasar, jadi kemudian secara ilmu kebatinan di artikan ‘yang mendasar’.

Burn In

Menurut teori, barang baru harus di burn in dulu. Maka di burn in lah si ELBASE menggunakan CD khusus burn in, XLO Reference Recording (*http://www.referencerecordings.com/SAMPLE.asp*). Burn in memakan waktu 2 x 24 jam, dan sudah di laporkan RT setempat.

Uji Coba

Uji coba kali ini masih menggunakan loudspeaker Kenwood CM-11 yang sudah di modifikasi bagian crossover nya. CD player masih juga menggunakan Pioneer jadul PD4050.

Keping CD Diana Krall, The Girl in the Other Room, pun di persiapkan untuk referensi Jazz, juga Dire Straits untuk bagian Classic Rock.

Suara serak si Diana Krall yang sensual hadir memenuhi ruangan, eksotis, staging sangat bagus seperti sebuah ruang konser besar. Kemudian di ganti Dire Straits, jadi inget masa muda 🙂 . Jangan berharap suara bas yang gedebag gedebug, tapi bass cukup bulat dan treble begitu bersih. Ingatanku pun melayang ke masa kecilku dahulu, dimana almarhum papi selalu bercerita tentang hebatnya radio buatan Belanda, cerita berlembar-lembar kenangan yang lewat.

Akhirnya, aku bertanya-tanya mengapa ELBASE bersuara begitu maknyuss. Dengan power output hanya 3.5 watt (*dan maks 5 watt*), ELBASE bersuara cukup dinamis, tak peduli di mana aku menaruhnya; di ruang tamu, ruang makan, ruang tidur atau ruang keluarga; suaranya memenuhi ruangan (*tak browsing browsing dulu, kalau ketemu jawabannya nanti ku kasih tahu*).

Lengkaplah sudah proyek amplifier kecil ini (*sebenarnya tidak bisa disebut amplifier kecil, berat total kurang lebih 15 kg*). Jika berencana untuk membangun / merakit sebagai proyek tabung pertama, coba lah si ELBASE ini; sebuah disain yang dirancang dengan ‘kesederhanaan classic’. Aku yakin tak mau pindah ke lain hati.

Bila di kombinasikan dengan speaker yang tepat, yang ber efisiensi tinggi sepertinya akan bersuara lebih menggelegar. Tunggu proyek selanjutnya ‘Disain Speaker Efisiensi Tinggi’ (*mbuh kapan*)

.. salam nabung ..
gustOmO

referensi:
http://bygselvhifi.dk
http://www.jogis-roehrenbude.de <——— boso jerman
http://www.triodedick.com <——— boso walondo
http://translate.google.com <——— xixixixi

——————————- Specification ——————————-

Rohren:  ECC83 , EL84

Frequenzbereich:  30 – 20000 Hz

Ausgangsleistung:  2 x 4 watt @ 5 Ohm

Leistungaufnahme:  90 watt