Harmonic Restorer — season 1

Decade Digital

Saat ini sulit kita jumpai lagi perangkat analog macam Turntable atau Cassette Player. Mereka seperti tenggelam di telan jaman. Saat ini sudah memasuki jaman digital dengan pemutar digital, CD Player, DVD Player, Computer, dll. Hanya beberapa orang berduit saja yang masih memelihara Turntable.

Secara reproduksi music, perangkat analog tersebut memiliki kekhasan suara yang belum tergantikan oleh perangkat digital. Suara mereka lebih hangat (warm) dan basah (wet) sehingga lebih nyaman di telinga (basah dan hangat? aw aw, istilah e rek). Sedangkan suara digital cenderung kering dan metalic. Tapi tentu saja dengan kondisi rumah tinggal yang semakin sempit, sudah tidak relevan lagi kalau kita tetap memelihara prangkat analog yang bisa dikatakan tidak praktis. Karena analog, mutu bahan dan proses produksi piringan hitam sangat menentukan hasil suaranya . Dan kemudian perawatannya juga membutuhkan perhatian khusus . Belum lagi masalah stylus, phono pre-amp, hum, dll. Pokoke repot wak !!.

Saat ini dimana mana yang kita jumpai adalah DVD player, karena mudah didapatkan, praktis, dan kompatibel untuk memutar keping CD Audio. Beberapa manusia masih memiliki CD Player Audio, bahkan saya masih memelihara beberapa CD Player Audio. Memang banyak faktor kenapa beberapa CD Player Audio berharga cukup mahal. Sebenarnya suara CD Player Audio masih jauh lebih bagus dari DVD Player intinya hanya karena masalah DAC nya saja. Tapi bisa kita minimalkan biaya dengan menggunakan DVD Player berharga sedang dengan digabungkan DAC External yang cukup bagus. Bahkan kita bisa menggunakan CPU / Laptop yang digabungkan USB DAC, dan kita bebas memutar lagu dari file FLAC / APE di CPU / Laptop dengan suara yang sangat bagus.

Tapi keluaran dari CD Player / DAC masih saja kering dan metalic. Sebagian orang menyatakan bahwa suara dari CD Player Audio / DAC tidak semurni Turntable. Dan itu adalah anggapan yang salah, karena bagaimanapun suara dari CD Player Audio atau DAC malah sangat murni, saking sterilnya jadi terdengar kering.

Kemudian bagaimana agar suara dari CD Player Audio / DAC tersebut bisa lebih hangat (warm) dan lebih basah (wet). Jawabannya adalah dengan menambah alat yang merusak kemurnian suara digital tersebut.

Kok dirusak? Ya, karena kita tambahkan distorsi harmonis ke suara yang murni tersebut agar didapat suara yang hangat dan basah.

Bagaimana caranya? Kita push suara yang digital dari CD Player Audio / DAC ke perangkat penguat sinyal dengan gain yang cukup besar sehingga perangkat menghasilkan distorsi harmonis.

Perangkat apa itu? Harmonic Restorer ; yaitu perangkat yang secara teknik pemrosesan sinyal audio digunakan untuk meningkatkan sinyal, dan kemudian menambahkan distorsi harmonis tabung ke seluruh spektrum suara. Perangkat ini juga memberikan keuntungan menaikkan sinyal yang lemah.

Kemudian yang kita butuhkan adalah sirkuit berbasis tabung yang menawarkan cukup banyak distorsi harmonik dan tidak ada gain tegangan dan sebaiknya tidak ada inversi fasa. Selain itu, tidak menambahkan hum atau suara lainnya. Berapa banyak distorsi harmonik yang cukup? Rasanya cukup 1%.

Dan pilihan dijatuhkan pada topologi grounded-grid, dimana topologi ini tidak mebalikkan fasa dan memiliki penguatan yang cukup besar. Satu keuntungan lain penguat grounded-grid adalah bahwa grid, yang biasanya di ground kan, dapat digunakan sebagai input pembalik. Ini masukan pembalik yang memungkinkan kita gunakan untuk meningkatkan PSRR nya.

Dan kelemahan penguat grounded-grid, adalah impedansi masukan rendah, tetapi hal tersebut tidak menjadi masalah dalam aplikasi ini, karena output CD atau output DAC akan langsung terkoneksi ke input dan tidak melewati potensiometer.

IMG-20131017-00099

Di atas adalah skematik lengkap sirkuit Harmonic Restorer. Tentu saja, bisa digunakan tabung yang berbeda untuk mendapatkan hasil sesuai keinginan. Rangkaian utama adalah penguatan yang cukup besar diaplikasikan pada sinyal output CD dan kemudian penguatan dikurangi menjadi satu dengan pembagi tegangan dua resistor. Kemudian setelah itu dipasang buffer mosfet. Kenapa mosfet? Tidak tabung sekalian? Ya, hmmmmm, ngirit sih.

Bottom Line:
Bagaimana uji dengarnya? Tunggu report selanjutnaya ……………………………………….

source: http://www.tubecad.com

Advertisements

3 thoughts on “Harmonic Restorer — season 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s