Block Torrent by Mikrotik

/ip firewall layer7-protocol>
add comment=”” name=torrentsites regexp=”^.*(get|GET).+(torrent|\
thepiratebay|isohunt|entertane|demonoid|btjunkie|mininova|flixflux|\
torrentz|vertor|h33t|btscene|bitunity|bittoxic|thunderbytes|entertane|\
zoozle|vcdq|bitnova|bitsoup|meganova|fulldls|btbot|flixflux|seedpeer|\
fenopy|gpirate|commonbits).*$”>

/ip firewall filter>
add chain=forward src-address=192.168.1.0/24 layer7-protocol=torrentsites action=drop comment=torrentsites
add chain=forward src-address=192.168.1.0/24 protocol=17 dst-port=53 layer7-protocol=torrentsites action=drop comment=dropDNS
add chain=forward src-address=192.168.1.0/24 content=torrent action=drop comment=keyword_drop
add chain=forward src-address=192.168.1.0/24 content=tracker action=drop comment=trackers_drop
add chain=forward src-address=192.168.1.0/24 content=getpeers action=drop comment=get_peers_drop
add chain=forward src-address=192.168.1.0/24 content=info_hash action=drop comment=info_hash_drop
add chain=forward src-address=192.168.1.0/24 content=announce_peers action=drop comment=announce_peers_drop
add chain=forward src-address=192.168.1.0/24 p2p=all-p2p action=drop comment=p2p_drop

2000x2000px-csi_logo-svg
Advertisements

Harmonic Restorer — season 1

Decade Digital

Saat ini sulit kita jumpai lagi perangkat analog macam Turntable atau Cassette Player. Mereka seperti tenggelam di telan jaman. Saat ini sudah memasuki jaman digital dengan pemutar digital, CD Player, DVD Player, Computer, dll. Hanya beberapa orang berduit saja yang masih memelihara Turntable.

Secara reproduksi music, perangkat analog tersebut memiliki kekhasan suara yang belum tergantikan oleh perangkat digital. Suara mereka lebih hangat (warm) dan basah (wet) sehingga lebih nyaman di telinga (basah dan hangat? aw aw, istilah e rek). Sedangkan suara digital cenderung kering dan metalic. Tapi tentu saja dengan kondisi rumah tinggal yang semakin sempit, sudah tidak relevan lagi kalau kita tetap memelihara prangkat analog yang bisa dikatakan tidak praktis. Karena analog, mutu bahan dan proses produksi piringan hitam sangat menentukan hasil suaranya . Dan kemudian perawatannya juga membutuhkan perhatian khusus . Belum lagi masalah stylus, phono pre-amp, hum, dll. Pokoke repot wak !!.

Saat ini dimana mana yang kita jumpai adalah DVD player, karena mudah didapatkan, praktis, dan kompatibel untuk memutar keping CD Audio. Beberapa manusia masih memiliki CD Player Audio, bahkan saya masih memelihara beberapa CD Player Audio. Memang banyak faktor kenapa beberapa CD Player Audio berharga cukup mahal. Sebenarnya suara CD Player Audio masih jauh lebih bagus dari DVD Player intinya hanya karena masalah DAC nya saja. Tapi bisa kita minimalkan biaya dengan menggunakan DVD Player berharga sedang dengan digabungkan DAC External yang cukup bagus. Bahkan kita bisa menggunakan CPU / Laptop yang digabungkan USB DAC, dan kita bebas memutar lagu dari file FLAC / APE di CPU / Laptop dengan suara yang sangat bagus.

Tapi keluaran dari CD Player / DAC masih saja kering dan metalic. Sebagian orang menyatakan bahwa suara dari CD Player Audio / DAC tidak semurni Turntable. Dan itu adalah anggapan yang salah, karena bagaimanapun suara dari CD Player Audio atau DAC malah sangat murni, saking sterilnya jadi terdengar kering.

Kemudian bagaimana agar suara dari CD Player Audio / DAC tersebut bisa lebih hangat (warm) dan lebih basah (wet). Jawabannya adalah dengan menambah alat yang merusak kemurnian suara digital tersebut.

Kok dirusak? Ya, karena kita tambahkan distorsi harmonis ke suara yang murni tersebut agar didapat suara yang hangat dan basah.

Bagaimana caranya? Kita push suara yang digital dari CD Player Audio / DAC ke perangkat penguat sinyal dengan gain yang cukup besar sehingga perangkat menghasilkan distorsi harmonis.

Perangkat apa itu? Harmonic Restorer ; yaitu perangkat yang secara teknik pemrosesan sinyal audio digunakan untuk meningkatkan sinyal, dan kemudian menambahkan distorsi harmonis tabung ke seluruh spektrum suara. Perangkat ini juga memberikan keuntungan menaikkan sinyal yang lemah.

Kemudian yang kita butuhkan adalah sirkuit berbasis tabung yang menawarkan cukup banyak distorsi harmonik dan tidak ada gain tegangan dan sebaiknya tidak ada inversi fasa. Selain itu, tidak menambahkan hum atau suara lainnya. Berapa banyak distorsi harmonik yang cukup? Rasanya cukup 1%.

Dan pilihan dijatuhkan pada topologi grounded-grid, dimana topologi ini tidak mebalikkan fasa dan memiliki penguatan yang cukup besar. Satu keuntungan lain penguat grounded-grid adalah bahwa grid, yang biasanya di ground kan, dapat digunakan sebagai input pembalik. Ini masukan pembalik yang memungkinkan kita gunakan untuk meningkatkan PSRR nya.

Dan kelemahan penguat grounded-grid, adalah impedansi masukan rendah, tetapi hal tersebut tidak menjadi masalah dalam aplikasi ini, karena output CD atau output DAC akan langsung terkoneksi ke input dan tidak melewati potensiometer.

IMG-20131017-00099

Di atas adalah skematik lengkap sirkuit Harmonic Restorer. Tentu saja, bisa digunakan tabung yang berbeda untuk mendapatkan hasil sesuai keinginan. Rangkaian utama adalah penguatan yang cukup besar diaplikasikan pada sinyal output CD dan kemudian penguatan dikurangi menjadi satu dengan pembagi tegangan dua resistor. Kemudian setelah itu dipasang buffer mosfet. Kenapa mosfet? Tidak tabung sekalian? Ya, hmmmmm, ngirit sih.

Bottom Line:
Bagaimana uji dengarnya? Tunggu report selanjutnaya ……………………………………….

source: http://www.tubecad.com

K i r a n a

Kucoba memahami tempatku berlabuh
Terdampar dikeruhnya satu sisi dunia
Hadir di muka bumi tak tersaji indah
Kuingin rasakan cinta …

Lusuh lalu tercipta mendekap diriku
Hanya usang sahaja kudamba Kirana
Ratapan mulai usang, nur yang kumohon
Kuingin rasakan cinta …
Manis seperti mereka …

Ayah bunda tercinta satu yang tersisa
Mengapa kau tiupkan nafasku ke dunia
Hidup tak kusesali mungkin kutangisi
Kuingin rasakan cinta …

Peluhkupun mengering menanti jawaban
Tak akan pernah usai cintaku padamu
Hanya kata yang lugas yang kini tercipta
Kuingin rasakan cinta …

S’makin jauh kumelangkah
S’makin perih jejak langkahku
Harikupun semakin sombong
Meski hidup terus berjalan …. terus berjalan

Kirana jamah aku jamahlah rinduku
Hanya wangi terurai yang dapat kucumbu

Ayah bunda tercinta satu yang tersisa
Mengapa kau tiupkan nafasku ke dunia
Hidup tak kusesali mungkin kutangisi

Kuingin rasakan cinta
Manis seperti mereka
Tulus seperti adanya
Suci seperti dirimu
Ingin rasakan cintamu

Kirana jamah aku jamahlah rinduku
Tak akan pernah usai cintaku padamu
Hanya kata yang lugas yang kini tersisa
Kuingin rasakan cinta …

Dewa19

Martabak Manis / Martabak Bangka / Terang Bulan

Bahan:

  1. 4 sendok makan gist
  2. 1700 cc santan dari 2 kelapa tua
  3. 2 sendok teh garam dimasak bersama santan sampai panas suam-suam kuku
  4. 1 kg tepung terigu
  5. 6 butir telur ayam
  6. 60 gram soda kue
  7. 2 sendok teh vanili
  8. Margarin secukupnya
  9. 100 gram kacang sangrai ditumbuk kasar
  10. 100 gram coklat meses
  11. 1 kaleng susu kental manis
  12. Gula pasir untuk adonan dan taburan sesuai selera

Cara Membuat:

  1. Masukkan gist ke dalam campuran santan dan garam. Diamkan 15 menit sampai berbuih, sisihkan ;
  2. Dalam sebuah mangkuk yang lain campurkan terigu dan telurdan aduk perlahan sambil tuangkan santan sedikit demi sedikit, sampai adonan licin, kemudian tambahkan gula pasir, soda kue dan vanilla ;
  3. Panaskan loyang martabakbergaris tengah 20 cm yang sudah diolesi mentega ;
  4. Tuang adonan setebal 1 cm, panggang diatas api dengan nyala sedang ;
  5. Setelah adonan berlubang, taburkan kacang tanah, meises, gula pasir dan susu, kental manis ;
  6. Lipat martabak, olesi luarnya dengan mentega, angkat dan hidangkan.