Headphone Amplifier

Saya merakit amplifier headphone ini, awalnya karena keinginan mendengarkan CD via headphone; sedangkan CD player yang saya punya tidak memiliki headphone output. Tapi kemudian ternyata headphone amplifier ini berguna juga untuk tujuan pengujian; yaitu pengujian sonic dari capacitor, resistor, dan komponen pasif lainnya.

Langkah awal dimulai dengan meng ‘obok-obok’ laci komponen saya; dan di temukan lah semua komponen di situ (*lengkap juga laci nya*); 8 keping opamp AN6551, semua resistor dan capacitor, dan pcb matrix (*matrix strip board / pcb bolong-bolong*).

Rangkaian

Setiap channel menggunakan 3 unit opamp AN6551 (Dual Operational Amplifier) dalam konfigurasi non-inverting, 1 penguat signal (11x) dan 5 buffer penguat arus dalam susunan paralel. Dengan konfigurasi tersebut headphone amplifier ini memiliki kemampuan cukup untuk drive headphone paling berat sekalipun. Kenapa AN6551, ya di laci adanya itu :), sisa jaman kejayaan echo repeater.

1 opamp lagi ditambahkan untuk circuit crossfeed. Jadi total berjajar 7 unit dual opamp. Crossfeeding adalah menambahkan sedikit crosstalk pada saluran kiri dan kanan saluran stereo, tujuannya untuk mengurangi pemisahan saluran sangat ekstrim, dimana suara dari headphone kiri hanya di dengar oleh telinga kiri, dan demikian sebaliknya, dimana kondisi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan pada sebagian pendengar. Crossfeed juga memperbaiki staging dan membuat suara musik lebih alami, seolah-olah sedang mendengarkan sepasang speaker.

Ketika plug headphone dimasukkan atau ditarik dari jack, kemungkinan output opamp akan short meskipun hanya sebentar. Untuk melindungi opamp terhadap kerusakan karena korsleting maka di tambahkan resistor pembatas arus. Tetapi resistor output ini akan mengurangi daya keluaran dan meningkatkan resistansi keluaran penguat, untuk itu maka resistor pembatas arus di masukkan dalam loop umpan balik sehingga impedansi keluaran amplifier efektif menjadi rendah.

Power Supply

Titik terlemah adalah catu daya, karena dengung atau ripple sekecil apapun akan terdengar di headphone. Sebuah catu daya stabil untuk opamp sangat penting untuk kinerja yang optimal. Saya menggunakan elco yang cukup besar untuk ukuran catu daya opamp. Sepertinya kapasitor besar adalah sedikit berlebihan, namun kapasitor relatif murah, jadi mengapa tidak? Saya gunakan elco 4700uF dalam susunan pi filter CRC untuk menekan noise / hum, dan dengan elco besar diharapkan bisa memberikan tegangan konstan ± 12VDC tanpa regulator. Selain itu, ditambahkan film caps 47nF yang mengurangi ripple frequency tinggi.

Uji Dengar

Saya menggunakannya untuk drive Philips SHS8000 (mini earphone) dan sanggup mencapai volume memekakkan telinga. Sebagai sumber adalah CD Katie Melua “Live At The O2 Arena”, staging sangat bagus, ketika aplause seperti hadir di tengah tengah konser, bahkan hembusan nafas Katie sampai berasa semriwing di kuping. Penguat ini sangat ideal sebagai pelangkap stereo CD player portabel atau MP3 player.

Photos:
http://www.facebook.com/album.php?aid=68974&id=1089785778&l=490898840e

Sources:
http://headwize.com/index.htm
http://sound.westhost.com/project109.htm

Advertisements

100 watt Solid State Power Amplifier

Proyek kali ini adalah power amplifier 100 watt (rms pada 4 ohm) yang dirancang dengan sirkuit sederhana agar relatif mudah membangunnya dan dengan biaya yang tidak mahal. Amplifier ini tidak mengklaim sebagai amplifier high-end, dan disain dasarnya sudah ada lebih dari 20 tahun yang lalu. Akan tetapi amplifier ini memiliki performa yang lebih baik (baca: kualitas musik) daripada chip standar TDA / LM atau bahkan modul STK yang digunakan dalam hampir setiap amplifier stereo yang diproduksi massal saat ini.

Ketika membangun amplifier ini, awalnya karena adanya kebutuhan akan amplifier klas B dengan daya output 100 watt untuk speaker PA kecil sebagai teman main organ tunggal. Dan tentu saja alasan kedua karena tidak ingin merogoh kocek terlalu dalam. Jadi aku rancang rangkaian amplifier yang sederhana dan komponennya mudah didapatkan di pasaran.

Bagian outputnya adalah komplementer darlington yang di bangun dari pasangan transistor 2SC5200 / 2SA1943 dengan driver MJE340 / MJE350. Hanya output transistor yang harus dipasang pada heatsink yang cukup besar / lebar. Dan sebuah heatsink kecil dapat digunakan untuk driver, tetapi hal ini tidak terlalu diperlukan.

Amplifier dirancang untuk bekerja dengan power supply +/- 52V unregulated, yang akan turun menjadi 44 volt pada beban maksimal. Power supply menggunakan trafo 40-0-40, 7 ampere (murni), dan elco 10.000 uF. Penggunaan trafo toroid akan meningkatkan kualitas secara signifikan. Dioda bridge harus minimal 35 ampere jenis chassis mount dan dipasang pada chassis dengan pasta silikon.

Setelah amplifier dirakit dengan sempurna, yang pertama harus dilakukan adalah pengecekan tegangan dc power supply. Setelah power supply di hubungkan, kemudian dilakukan pengecekan tegangan DC / offset pada terminal speaker dan tidak boleh melebihi 100mV. Kemudian melakukan pengecekan “panas” pada semua transistor dan resistor. Bila semua normal, matikan power, dan hubungkan speaker dan sumber musik.

Yang perlu mendapatkan perhatian adalah bahwa bahwa tidak ada perlindungan hubung singkat pada output, jadi jika terjadi hubung singkat / korsleting pada speaker yang terhubung pada amplifier saat sedang bekerja (ada sinyal), ada resiko transistor output akan rusak, atau bahasa keren nya ‘njeblug’.

——————————————————–> End of File <———————————

KIT (Pre Soldered)
100 watt Power Amplifier
bisa didapatkan di:

“PBS Electronic”
Jalan Panglima Besar Sudirman 71
Mojokerto – East Java
– INDONESIA
Phone: +62 (321) 321 265
Contact Person: mr. Anas

Top Posts for all days ending 2010-05-31 (Summarized)

Title

Views

Home page

8,162

Setting POP3 Yahoo!!

4,824

Mikrotik Load Balancing

2,847

Amplifier Musical Fidelity – A1 Clone

2,064

Pelestarian Lingkungan Hidup menurut Isl

1,128

Tube Pre-Amp 6n1p SRPP

1,043

Tube Pre-Amp 6n1p Foreplay

823

Tentang Saya

794

Pisang Goreng Kremes

554

photo power amplifier

499

2 Way Bi-Wire Loudspeaker

474

Luxman L-210 Story — Ritual II — Data

377

Buku Tamu

308

photo power supply

267

Tube Pre-Amp 6n1p SSS (sangat sederhana

218

Toyo 8 inch 2 way Loudspeaker

195

Luxman L-210 Story — Ritual III — Twea

175

Luxman L-210 Story — Ritual I — Perbur

149

Doa ketika berhutang

142

Tube Pre-Amp 12bh7 Parallel Grounded Cat

134

Save water … save life

117

18 April 1971

53

mf-a1

50

Talam Ebi

46

Brownies

37

Ubuntu Repository IIX

37

Pai Apel Jeruk Manis

35

The winner vs the loser

34

10 Langkah Instalasi OpenWRT Kamikaze

33

Gadis Belia Peduli Budaya Indonesia

30

Tahu Telur Saus Petis

29

Visit Indonesia Like May Huang

28

Life Begins at Forty

28

Pan Cake

27

Salad Buah Tropis

26

Kopi Soda

25

Tube Power Amplifier EL84 Single Ended

23

Serabi Solo

23

Pierce Brosnan`s top 10 ten tips to be m

22

Lost

21

What Hastomo Means

20

Cinta Yang Kucari

19

the twin

15

It’s Too Late

14

Macaroni Schotel

14

Misty

11

What a Difference a Day Made

10

1/3 Malam

10

Bruine Bonen Soep

9

You’ve Got A Friend

8

Quando, Quando, Quando

8

The Reason

7

Under The Same Sun

7

Somewhere Beyond The Sea

4

New York, New York

4

What Am I to You

3

Turn Me On

2

Tube Power Amplifier EL84 Single Ended

Tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, hanya membangunnya dan ini adalah proyek power amplifier tabung pertamaku. Berawal dari ingatanku akan cerita almarhum papi, ‘kombinasi ecc83 dan el84 sangat bagus’. Maklum, papiku adalah ahli radio tabung jaman kolonialisme belanda, jadi hampir semua koleksi tabung nya adalah buatan belanda ecc-xx dan el-xx; Philips / Mullard.

Kemudian dengan tidak sengaja mendapatkan satu set trafo, 2 output trafo dan 1 power trafo merk Philips (comotan Philips el3536) dari seorang teman, Uma Yusoof a.k.a Jon Luu. Dan juga tidak sengaja mendapatkan satu set tabung, 1 ecc83 dan 2 el84 mullard dari teman lainnya, Bambang a.k.a masBangBang. Maka lengkaplah sudah bahan bahan bangunan nya. Tinggal mencari skema yang tepat dan berburu komponen sisanya.

Hasil perburuan skema menemukan rangkaian yang menarik, single ended el84:

Sebuah ecc83 sebagai penguat depan, di susul dua biji el84 sebagai penguat akhir yang bekerja di kelas a. Rangkaian yang sangat sederhana. Karena rangkaian sangat sederhana dan komponen sedikit sekali, jadi gak perlu mbuwat pcb, cukup point-to-point (*emang wi-fi aja ada point-to-point, xixixi <—- cekikik ala abege*), ____________________ sebuah tantangan yang menarik.

Yang sedikit berbeda dari skema aslinya adalah pada bagian power supply, di mana punya ku menggunakan solid state dioda, bukan tabung. Penyearah tegangan-tinggi (HT) catu daya adalah menggunakan UF4007 “dioda silikon ultra-cepat” murah meriah. Karena tidak menggunakan choke, beberapa kapasitor dengan kapasitas besar dengan susunan RC filter digunakan untuk membuat power supply bebas ripple. Untuk supply filament aku gunakan arus bolak balik (AC).

Note: Proyek amplifier tabung menggunakan tegangan tinggi dan kontak dengan tegangan tinggi dapat menyebabkan cedera serius atau kematian. Jika Anda tidak berpengalaman bekerja dengan sirkuit tegangan tinggi, ini bukan proyek bagi Anda.

Bagaimana dengan chassis?? Lumayan pusing juga mikirin model chassis nya. Dan lagi lagi tidak sengaja, saat berburu ke tanjung sengkuang, kerajaan loakan di Batam, mata pun tertuju pada sebuah Router Cisco 2500 series, dan tawar menawar ulet pun terjadi lah, dan ……………………. si Cisco bisa aku bawa pulang dengan mas kawin 40 ribu rupiah saja. Dan segeralah aku pulang, sampe rumahpun langkah pertama adalah mencoba menyalakan Cisco, eh nyala, eh bisa di telnet …… 🙂 .

Berikut adalah beberapa foto dari konstruksi chassis.






Trus? Ya merancang tata letak komponen di chassis. Board bawaan Cisco di buang, sisa psu dan fan. Bor sana sini. Pasang socket, solder lid, trafo. Kemudian solder komponen sesuai skema. Dan maka terbentuk lah sebuah power amplifier. Tancepin power, turn-on, eits nyalaa, eits bunyii.

Nama

Untuk melengkapi kebahagiaan kelahiran si el84 (*emang bayi*), si el84 pun di beri nama, ‘ELBASE’, atau EL 84 SE (*el84 single ended*). Kalau dalam bahasa Spanyol, ELBASE artinya dasar, jadi kemudian secara ilmu kebatinan di artikan ‘yang mendasar’.

Burn In

Menurut teori, barang baru harus di burn in dulu. Maka di burn in lah si ELBASE menggunakan CD khusus burn in, XLO Reference Recording (*http://www.referencerecordings.com/SAMPLE.asp*). Burn in memakan waktu 2 x 24 jam, dan sudah di laporkan RT setempat.

Uji Coba

Uji coba kali ini masih menggunakan loudspeaker Kenwood CM-11 yang sudah di modifikasi bagian crossover nya. CD player masih juga menggunakan Pioneer jadul PD4050.

Keping CD Diana Krall, The Girl in the Other Room, pun di persiapkan untuk referensi Jazz, juga Dire Straits untuk bagian Classic Rock.

Suara serak si Diana Krall yang sensual hadir memenuhi ruangan, eksotis, staging sangat bagus seperti sebuah ruang konser besar. Kemudian di ganti Dire Straits, jadi inget masa muda 🙂 . Jangan berharap suara bas yang gedebag gedebug, tapi bass cukup bulat dan treble begitu bersih. Ingatanku pun melayang ke masa kecilku dahulu, dimana almarhum papi selalu bercerita tentang hebatnya radio buatan Belanda, cerita berlembar-lembar kenangan yang lewat.

Akhirnya, aku bertanya-tanya mengapa ELBASE bersuara begitu maknyuss. Dengan power output hanya 3.5 watt (*dan maks 5 watt*), ELBASE bersuara cukup dinamis, tak peduli di mana aku menaruhnya; di ruang tamu, ruang makan, ruang tidur atau ruang keluarga; suaranya memenuhi ruangan (*tak browsing browsing dulu, kalau ketemu jawabannya nanti ku kasih tahu*).

Lengkaplah sudah proyek amplifier kecil ini (*sebenarnya tidak bisa disebut amplifier kecil, berat total kurang lebih 15 kg*). Jika berencana untuk membangun / merakit sebagai proyek tabung pertama, coba lah si ELBASE ini; sebuah disain yang dirancang dengan ‘kesederhanaan classic’. Aku yakin tak mau pindah ke lain hati.

Bila di kombinasikan dengan speaker yang tepat, yang ber efisiensi tinggi sepertinya akan bersuara lebih menggelegar. Tunggu proyek selanjutnya ‘Disain Speaker Efisiensi Tinggi’ (*mbuh kapan*)

.. salam nabung ..
gustOmO

referensi:
http://bygselvhifi.dk
http://www.jogis-roehrenbude.de <——— boso jerman
http://www.triodedick.com <——— boso walondo
http://translate.google.com <——— xixixixi

——————————- Specification ——————————-

Rohren:  ECC83 , EL84

Frequenzbereich:  30 – 20000 Hz

Ausgangsleistung:  2 x 4 watt @ 5 Ohm

Leistungaufnahme:  90 watt